« Indonenglish | Main | Another Stania in Korea »

Louise pergi

Lou1Editor saya pergi. Jumat kemarin adalah hari terakhirnya di radio. Awak redaksi yang tadinya susah dikumpulkan untuk berfoto bareng, jadi tergesa mencari posisi yang bagus setelah tahu foto itu akan dijadikan hadiah perpisahan untuk Louise.
Tadinya saya pikir tidak ada masalah besar. Louise memang sudah jarang masuk kantor beberapa minggu terakhir, jadi saya sudah terbiasa tanpa kehadiran dia. Mungkin, saya memang kurang bisa mengapresiasi perpisahan :p
Tapi setelah saya bangun kemarin pagi, saya sadar bahwa mulai minggu depan, tidak ada lagi yang bisa mengoreksi tulisan-tulisan dan e-mail Asia Calling (AC). Atau membantu mengikuti berita-berita Asia, menghubungi koresponden, memeriksa bayaran para koresponden di bagian keuangan dan beberapa hal yang sudah menjadi tugas rutinnya.
Louise biasanya akan memeriksa daftar program yang sudah disiarkan begitu dia masuk hari Selasa. Dia kadang terkesan paranoid (mungkin dia lebih suka menyebutnya ‘perfeksionis’). Dialah yang membuat beberapa sistem untuk AC seperti cadangan arsip untuk audio dan teks, penyimpanan cakram padat (CD) untuk setiap program yang telah diputar, klasifikasi arsip program yang lebih mudah, dan banyak lagi. Dia memang teratur dan rapi.
Berbeda dengan saya. Gaya bekerja saya tidak berurutan. Kadang, saya juga suka menunda-nunda tugas. Bahkan minggu ini, saya baru membuat program AC saat tenggat waktu hari Jumat. Waduh!
Louise juga suka cuti lama dan bekerja dari rumah. Di satu pihak, saya bisa lebih santai bekerja. Tapi kalau disuruh memilih, saya lebih suka kalau dia ada di kantor. Kalau dia datang, saya jadi jarang membuka situs yang tidak berhubungan dengan pekerjaan (seperti friendster dan blog :D). Sebaliknya, saya jadi lebih sering mengarsip laman dari situs berita, menghubungi pengelola situs lain untuk kerjasama link, atau mencari kontak radio kampus supaya mau menyiarkan program AC di stasiun mereka.
Kadang, ada juga sedikit masalah dengan bagian Teknologi Informasi (TI) 68H. Saya dan Louise senang sekali dengan terbentuknya situs AC dan kami punya banyak rencana untuk pengembangan situs itu. Tapi sayangnya, infrastruktur TI 68H tidak begitu mendukung. Fasilitas audio streaming yang sudah berjalan, dihilangkan sejak dua bulan yang lalu. Katanya, penyimpanan file audio membebani kinerja server 68H secara keseluruhan. Akhirnya, jalan terbaik adalah menampilkan file teks saja di situs AC. Mungkin suatu saat, setelah ada dana yang masuk, situs AC akan dapat menampilkan fasilitas audio streaming lagi.   
Setelah Louise pergi, awak redaksi 68H akan kehilangan tampang segar yang bisa untuk cuci mata saat suntuk di kantor. Hes mungkin juga tidak akan menitipkan salam yang sama kepada saya untuk Louise, “Bilangin yah, tampangnya mirip Andrea The Corrs,” Atau Hanny yang tidak bisa lagi ngerjain anak-anak bahwa mereka mendapat salam dari Louise-ma alias Lisma, perempuan Batak yang menjadi kepala HRD 68H.      Becca
Pengganti Louise adalah Rebecca yang akan datang minggu depan. Kalau kemarin  saya terbiasa mendengar aksen Inggris, setahun ke depan saya akan mulai membiasakan diri mendengar aksen Australia (Hope she’s not comin’ here to die!). Dan saya baru tahu kalau editor saya muda-muda. Saya tidak berani menanyakan umur Louise saat pertama kali bekerja (karena dari Englishtown, saya belajar bahwa topik umur dan agama merupakan hal yang harus dihindari saat berkenalan dengan orang baru). Sampai akhirnya saya baru menanyakan umurnya saat perpisahan Jumat kemarin. Louise baru berumur 26 tahun. Sementara Becca, lebih muda satu tahun lagi. Uniknya, saya dan Becca memiliki tanggal lahir yang sama: 30 April (kita sama-sama perempuan Taurus). Saya harap, ini berarti kita berdua tidak akan memiliki banyak perbedaan pendapat dan sebaliknya, malah semakin kompak dalam bekerja. Amin.

                            

TrackBack

TrackBack URL for this entry:
http://blogs.www.friendster.com/t/trackback/247009

Listed below are links to weblogs that reference Louise pergi:

Comments

setuju, menanyakan nama dan agama sama orang baru kenal tuh gak sopan banget. sekalian aja nanya ukuran BH! kalo di singapur, lebih lagi. nanya ras, dan juga nanya harga barang yg kita punya. irritating banget..

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .